Dibawakan dalam PD. Oeltua pada Tanggal 1 Dec 2011

Mengendalikan Lidah

Amsal 10:19-20

            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, dalam Amsal 10 ini ada 10x kata mulut, bibir dan lidah disebutkan; sedangkan dalam seluruh Alkitab kata lidah disebutkan sebanyak 36x, kata bibir 26x dan kata mulut 42x. Artinya, mulut, bibir, dan lidah adalah organ tubuh manusia yang harus sangat diperhatikan penggunaannya. Pembacaan kita hari ini mengatakan bahwa dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran (ay 19a). Artinya, ketika terlalu banyak bicara, sewaktu marah misalnya, secara tidak sadar, yang keluar dari mulut kita bukan lagi berkat tapi kutuk. Bukan lagi pujian tapi hinaan. Atau ketika kita terlalu lama berkunjung ke rumah seseorang dan terlalu lama berbincang, maka biasanya pembicaraan akan menyimpang ke hal-hal yang tidak benar, baik itu meninggikan diri sendiri, berbohong, atau membicarakan orang lain.

Kita pernah mendengar peribahasa, tong kosong nyaring bunyinya. Artinya, biasanya orang yang banyak bicara, otaknya tidak terlalu pintar. Karena itu ayat 19b mengatakan, “siapa yang menahan bibirnya berakal budi.” Kalau tadi orang yang banyak bhicara biasanya bodoh, orang yang pintar dan bijaksana akan memperhatikan perkataannya. Dia tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Dan sewaktu dia berbicara pun, dia akan menggunakan bahasa yang lembut, membangun, dan tidak menyakiti orang lain.

Ayat 20 mengatakan,”lidah orang benar seperti perak pilihan..” Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka kita harus menggunakan mulut, bibir, lidah kita sebagai barang berharga, seperti perak. Jika kit apunya kalung emas misalnya, tidak mungkin kita pakaikan kalung itu di leher anjing kita bukan? Demikian juga lidah kita, tidak boleh digunakan untuk mengatakan hal-hal yang menjijikan buat Tuhan, seperti berkata bohong, sombong, membicarakan orang lain, menghina orang, ataupun mengutuk orang.

Ada 3 saringan yang dapat kita gunakan untuk mengawasi perkataan kita agar orang dapat menilai bahwa kita adlah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan bijaksana. Pertama, sebelum kita berbicara, cek dulu apakah hal yang akan kita katakana itu adalah hal yang baik untuk orang lain. Jika itu akan menyakiti, mempermalukan dan menghina orang lain, jangan kita katakan.

Kedua, cek apakah yang akan kita katakan itu hal yang benar. Jika itu merupakan kebohongan, apalagi agar kita dipandang baik oleh orang lain, jangan katakan!

Ketiga, cek apakah hal itu bermanfaat. Jika itu malah akan merendahkan orang lain atau tidak menjadi berkat dan tidak ada manfaatnya sama sekali, jangan katakan! Sebaliknya, jika yang akan kita katakan itu adalah hal yang baik, benar dan bermanfaat, katakanlah, maka dengan itu Allah akan dimuliakan.

Jadi, saringlah perkataan kita agar kita tidak berbuat dosa dan gunakanlah lidah kita untuk kemuliaan Tuhan. Selamat mengendalikan lidah. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.