Dibawakan pada PD Oeltua Tgl 11 Juli 2012
Tetap Tiap-Tiap Hari
(Kel 29:38-46)
            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Dua minggu yang lalu,, kita belajar dari Daud tentang doa. Minggu lalu kita belajara dari Tuhan Yesus sendiri, juga tentang doa. Hari ini kita mau belajar lagi tentang doa. Kita sering mendengar bahwa doa adalah nafas hidup orang percaya. Tapi seberapa sering kita berdoa hingga kita bisa bilang bahwa doa adalah nafas hidup kita? Pembacaan kita hari ini mengisahkan tentang Firman Tuhan yang datang pada Musa di Gunung Sinai tentang korban persembahan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan untuk dilaksanakan oleh Israel sebagai umat Allah. Ada 3 syarat pemberian korban yang Tuhan perintahkan.
Syarat pertama korban itu harus diberikan tiap-tiap hari (ay. 38). Bukan sekali-sekali. Bukan kalau ingat. Bukan kalau sempat. Tapi tiap-tiap hari.
Syarat kedua, korban itu harus diberikan pada waktu pagi dan pada waktu senja (ay. 39). Bukan hanya kalau mau makan. Bukan hanya kalau ada perlu. Bukan hanya kalau ada masalah. Bukan hanya kalau mau tidur. Tapi pada waktu pagi-dan senja.
Syarat ketiga, korban itu harus dilakukan turun temurun (ay. 40). Bukan hanya dilakukan oleh kita, tapi juga oleh seluruh keluarga kita secara turun temurun. Tidak boleh berhenti hanya pada generasi kita.
Syarat keempat, semua persembahan itu hanya tertuju pada Tuhan Allah pencipta langit dan bumi, dan bukan pada ciptaanNya (ay. 41, “…bagi TUHAN”). Bukan untuk kesenangan dan kepuasan kita, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Untuk menyenangkan hati Tuhan.
Ibu-ibu, Allah tidak menuntut kita untuk memberikan korban berupa anak domba, karena Kristus telah memberikan diriNya mati di kayu salib demi manusia. Tetapi Allah menghendaki supaya kita mempersembahkan hidup kita untuk Dia. Dan itu dimulai dengan mempersembahkan waktu kita untuk bersekutu dengan Tuhan sesuai dengan syarat yang sudah Tuhan berikan pada Musa. Yaitu, tiap hari, pagi dan malam, secara turun temurun dan hanya berpusat pada Allah. Ketika kita berdoa dan merenungkan firman Tuhan itu setiap hari, pagi dan malam, melakukannya secara turun temurun dengan melibatkan seluruh anggota keluarga kita, dan melakukannya atas dasar untuk menyenangkan hati Tuhan, maka kita benar-benar menunjukkan pada orang-orang disekitar kita bahwa doa itu benar-banar nafas hidup kita. Dan Allah berjanji 3 hal bagi setiap orang yang memberikan waktunya untuk bersekutu dengan Allah sesuai syaratAllah.
JanjiNya yang pertama, Allah akan menemui dia (ay. 42-43). Bagaimana Allah menemui kita? Pertama-tama, Dia menemui kita lewat firman yang kita baca. Dan setelah kita semakin rajin berdoa dan merenungkan firmanNya, Dia akan memberikan kepada kita kepekaan untuk mengetahui kehendakNya dan rencanaNya, bahkan untuk mendengar suaraNya.
JanjiNya yang kedua, Allah akan menguduskan dia (ay. 43). Kita akan dibuatNya merasa jijik terhadap dosa dan pelanggaran. Karena kita bergaul akrab dengan firmanNya dan selalu berdoa, maka kita akan merasa aneh dan janggal ketika kita mau berbuat dosa.
JanjiNya yang ketiga, dia akan diam bersama Tuhan (ay. 45). Allah akan selalu menyertai dia di mana pun dia berada, apapun yang dia lakukan, dan memberikan apapun yang dia minta. Sehingga pada akhirnya, dia akan tinggal bersama-sama dengan Tuhan di dalam kerajaanNya.
Jadi ibu-ibu, jangan berdoa dan membaca firman hanya ketika kita dalam masalah atau hanya ketika kita ada perlu dengan Tuhan. Tapi lakukan itu tiap-tiap hari, pagi dan senja, secara turun temurun dan demi menyenangkan hati Allah. Dan nikmatilah janji-janjiNya. Selamat berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Amin.