Dibawakan pada PD. Oeltua tanggla 5 Januari 2012
RENEWED
Kolose 3:12, 14
Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, banyak orang sewaktu memasuki memasuki tahun baru, hal pertama yang mereka lakukan adalah sebuah rencana-rencana baru. Mereka bertekad kalau tahun baru harus lebih baik dari tahun ini. Tapi sayangnya bayak orang uang memperhatikan hal-hal yang lahiriah, seperti gajinya naik atau tidak, pendapatannya makin banyak atau tidak, penampilannya semakin baik atau tidak, dipandang dan dihormati orang atau tidak, semua hal yang bersifat sementara.hampir tidak ada yang memikirkan soal hidu[ rohaninya. Apakah imannya akan lebih baik? Apakah ia akan lebih mengenal Tuhan, bagaimana agar dia bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, bagaimana dia melayani Tuhan dengan apa yang ada? Sebagai orang percaya kita harus sadar, waktu kita masuk dalam tahun yang baru, semuanya hanya karena anugerah Tuhan. Karena itu kita juga harus menghargai anugerah itu dengan melakukan kehendak Tuhan.
Kehendak Tuhan yang pertama adalah, agar kita hidup dengan belas kasihan dan kemurahan. Kemurahan adalah adalah suatu rasa belas kasih terhadap orang Kristen yang menderita masalah fisik, mental atau emosional dan mewujudkannya dalam perbuatan yang dilakukan dengan senang hati yang mencerminkan kasih Kristus, merigankan penderitaan orang-orang yang dilayani. Jadi, orang yang hidup dengan belas kasihan dan kemurahan tidak mungkin menaruh dendam terhadap orang-orang yang bersalah kepada mereka. Mereka tidak mugnkin, menjauhi dan memandang rendah orang-orang yang secara fisik, keuangan, maupun mental tidak lebih baik dari mereka. Melainkan, mereka akan berdoa, memperhatikan dan menolong orang-orang ini.
Kedua, Tuhan berkehendak supaya kita hidup dengan kerendahan hati dan kelemahlembutan. Rendah hati artinya tidak sombong atau angkuh, tidak meninggikan diri sendiri dan merendahkan orang lain. Sehingga, orang yang rendah hati dan lemah lembut akan mampu mengampuni orang lain. Bagi dia mengampuni adalah sebuah kebiasaan. Kalau dia tidak mengampuni, dia akan merasa sakit atau ada yang kurang atau salah. Dia juga bersedia ditegur. Dia akan menerima kesalahannya tanpa banyak alasan ini dan itu. Orang yang rendah hati kuga adalah orang yang akan menjaga perkataannya agar tidak menyakiti orang lain dan tidak mudah bersumpah. Karena dia tahu bahwa dia hanya manusia biasa hasil ciptaan Tuhan sehingga tidak layak untuk bersumpah atas apapun juga. Dia akan selalu mendahulukan Tuhan di atas tradisinya, di atas pekerjaannya, di atas keluarganya, bahkan di atas dirinya sendiri.
Ketiga, Tuhan berkehendak supaya kita hidup dalam kesabaran. Orang yang sabar bukan hanya dapat mengendalikan amarahnya, tapi juga orang yang tekun dan rajin dalam segala hal. Terutama dalam berdoa dan bersaat teduh. Dia tidak akan cepat bosan dan menyerah samapi doanya dikabulkan oleh Tuhan. Sampai keinginannya dipenuhi oleh Tuhan. Dia tidak akan hitung-hitung waktu yang sudah dia berikan untuk berdoa dan bersaat teduh.
Dan kesemuanya ini baru dapat dilakukan apabila pertama-tama kita punya kasih (ayat 14). Kasih adalah kekuatan luar bisa yang membuat keluarga semakin hangat dan harmonis. Kasih menutupi kesalahan siapapun, termasuk pasangan dan anak-anak kita. Karena seseorang punya kasih, maka dia bisa hidup dalam belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.

Rasul Paulus dalam pembacaan kita sore ini mengatakan bahwa kita dalah orang-orang yang dipilih, dikuduskan dan dikasihi Allah. Kita adalah orang-orang yang dibaharui oleh Allah dan menjadi ciptaan yang baru. Tahun baru dan ibadah perdana ini adalah kesempatan kita untuk melihat kembali diri kita. Apakah kita benar-benar sudah hidup sebagaimana ciptaan baru harus hidup? Atau hidup kita sama saja dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah? Kita harus meningkatkan kualitas hidup kita sebagai pengikut Yesus, janagn biarkan dosa masa lalu menguasai kita. Mungkin tahun lalu kita belum bisa idup dalam kasih yang memampukan kita untuk berbelas kasih, lemah lembut, rendah hati, murah hati dan sabar. Kita masih sering kalah dengan pancingan dosa. Tapi tahun ini kita harus menang dari dosa. Milikilah cara hidup orang yang dipilih, dikuduskan dan dikasihi Allah, yaitu penuh kasih yang memampukan kita untuk hidup dengan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Kemenangan Tuhan menyertai kita semua. Selamat menjalani hidup sebagai ciptaan baru. Tuhan Yesus memberkati Amin.