Dibawakan pada PD Oeltua tanggal 8 Agustus 2012

Penyembahan yang Benar
(Yoh 4:23-24)
            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, perkataan ini dikatakan oleh Tuhan Yesus, sewaktu Dia bertemu seorang wanita Samaria di sumur Yakub di daerah Samaria. Wanita ini bingung. Orang Samaria bilang, kalau menyembah Allah, harus di Gunung Gerizim. Tapi orang Israel bilang kalau menyembah Allah harus di Bait Allah, di Yerusalem. Setelah Tuhan Yesus membongkar masa lalunya yang buruk, dia sadar bahwa Tuhan Yesus adalah seorang nabi. Jadi, dia memutuskan untuk bertanya kepada Tuhan Yesus. Bagaimana dan di mana cara menyembah Allah yang benar. Apa di Gunung Gerizim seperti orang Samaria? Atau di Bait Allah di Yerusalem? Mungkin wanita ini berpikir, kalau Tuhan bilang di Gerizim berarti dia selama ini benar, orang Israel yang salah. Mungkin dia berharap supaya Tuhan Yesus membela Samaria. Tapi ternyata, Tuhan Yesus tidak membenarkan orang Samaria, dan tidak membenarkan Israel juga. Malahan, Tuhan berkata bahwa  “penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (ay. 23). Tuhan Yesus ternyata tidak mempedulikan mau di mana dan bagaimana orang beribadah. Mau di gubuk, di gereja, di mall, di hotel, mau duduk, berdiri, tepuk tangan, lompat-lompat, menangis, Tuhan tidak lihat itu semua. Yang penting buat Tuhan Yesus adalah sikap hati. Ayat 24 mengatakan, bahwa siapapun yang menyembah Allah, harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Bukan boleh, tapi HARUS! Alasannya cuma satu, yaitu karena Allah adalah Roh! Apa artinya menyembah dalam roh dan kebenaran? Pertama, kita akan melihat dulu apa artinya menyembah dalam roh.
            Menyembah dalam roh berarti, mari kita buka Mat 22:37, pertama dikatakan mengasihi Allah dengan segenap hati. Artinya, waktu kita menyembah Tuhan, lakukan itu dengan segenap hati kita, bukan hanya di mulut saja. Jadi, waktu kita mau ibadah, hati kita harus siap dulu untuk menyembah Tuhan. Jangan merasa bahwa kalau datang ibadah tidak perlu persiapan hati, karena raja Daud menulis dalam mazmurnya, dia katakan “hatiku siap ya Allah, hatiku siap. Aku mau bernyanyi, aku mau bermazmur” (Mzm 57:8). Artinya, hati kita harus siap dulu sebelum menghadap Allah, kita sudah harus mengampuni orang-orang yang mengecewakan kita, kita harus menghilangkan amarah kita, kita harus menghilangkan rasa curiga kita pada orang lain. Kita harus murni mau menyembah Allah. Bukan karena kurang enak hati, bukan karena terpaksa, bukan karena disuruh, bukan karena mau sesuatu, bukan karena sudah mau dekat Natal, bukan karena mau mengambil hati dan dipandang rajin, tapi karena, kita sudah benar-benar siap untuk menyembah Tuhan. Nah, kalau hati kita sudah siap untuk menyembah Allah, otomatis kita akan masuk dalam langkah kedua, yaitu menyembah Allah dengan segenap jiwa. Jiwa kita harus dibangunkan, kalau jiwa kita sudah bangun, kita akan mudah untuk bertepuk tangan, menari, mengangkat tangan, tanpa perlu disuruh, karena jiwa kita dikendalikan oleh hati kita, oleh roh kita. Kalau hati kita sudah siap, jiwa kita sudah bangun, kita akan menyembah Allah dengan segenap akal budi. Pikiran kita tidak lari ke mana-mana, tidak memikirkan hal lain selain mau menyembah Tuhan dan memberikan yang terbaik buat Tuhan. Pikiran kita fokus kepada Allah. Jadi kalau orang menyembah Allah dalam roh, hatinya murni mau menyembah Allah, jiwanya akan rela bertepuk tangan bahkan menari untuk Allah, dan pikirannya fokus kepada Allah.
            Kedua dikatakan bahwa penyembah yang benar harus menyembah Allah dalam kebenaran. Yoh 14:6 mengatakan bahwa Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Artinya menyembah Allah dalam kebenaran pertama-tama harus dilakukan di dalam Yesus, bukan di dalam gereja, bukan di dalam gedung. Tapi di dalam Yesus. Tidak peduli gerejanya apa, tidak peduli liturginya bagaimana, penyembahan harus dilakukan dalam Yesus. Bukan karena takut gereja, bukan karena posisi atau jabatan, tapi karena Yesus yang adalah kebenran itu sudah mengasihi kita lebih dulu. Kedua, menyembah Allah dalam kebenaran berarti harus jujur. Pada Allah, pada diri sendiri, baru pada orang lain. Tidak munafik. Kelihatannya nyanyinya semangat, doanya bagus, tapi hatinya menjauh daripada Allah, itu sama dengan membohongi Allah, diri sendiri dan orang lain. Beribadahnya rajin, semua jenis ibadah diikuti, datangnya tepat waktu, tapi kerjanya setiap hari gossip, ngomongin orang, mencela orang, mengeluh, itu membohongi Allah, diri sendiri, dan orang lain.
            Ibu-ibu, Bapa kita di surga tahu isi hati kita, Dia tahu waktu kita benar-benar memuji Dia atau tidak. Dia tahu sikap hati kita. Dan Tuhan Yesus memberi peringatan dalam Mat 7:21,
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Apa kehendak Bapa yang harus kita lakukan? Banyak! Salah satunya adalah menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Saya mengajak kita semua saat ini, coba cek bagaimana keadaan hati kita waktu kita datang beribadah di tempat ini? Apakah kita sudah menyembah Allah dalam roh dan kebenaran? ataukah banyak kemunafikan dalam hati dan hidup kita? Allah kita setia dan adil, Dia akan mengampuni segala dosa kita apabila kita mengakuinya dihadapan Tuhan. Saya undang ibu-ibu sekarang untuk mengakui semua kesalah yang ibu-ibu sudah lakukan, katakan, dan pikirkan, termasuk apabila ibu-ibu belum menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Katakan semuanya di hadapan Bapa, sebut satu persatu. Tuhan Yesus sedang membuka tanganNya menunggu kita bertobat. ———— Tuhan Yesus sudah mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Tapi ingat, Gal 6:7 mengatakan, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”. Mulai hari ini, sembahlah Allah dalam roh dan kebenaran, karena Bapa menghendaki penyembah-penyembah yang demikian. Tuhan Yesus memberkati Amin.