Meraih mimpi

(Yeremia 18:1-10)
 
Mimpi kita itu harus selaras dengan keinginan Allah, harus bertujuan untuk menolong orang lain, dan kita harus percaya kepada Allah bahwa mimpi kita pasti terwujud. Hari ini kita mau belajar bagaimana, kalau kita sudah mimpi, bagaimana kita dapat mewujudkan mimpi itu.
1.   Jangan menunda
Suatu hari Yeremia diminta Tuhan untuk pergi ke rumah tukang periuk dengan segera (ay. 2). Kata “segera” di sini berarti Tuhan tidak ingin Yeremia menunda-nunda waktu. Waktu kita punya mimpi, jangan menunda apa yang bisa kita persiapkan hari ini, sambil menunggu waktu Tuhan datang.
2.   Taat perintah Tuhan
Waktu Yeremia dapat perintah untuk pergi, dia tidak tanya lagi kenapa harus pergi, atau tidak bilang tunggu dulu, atau apapun. dia langsung bangun dan berjalan. Kalau kita mau mimpi kita terwujud, jangan memberontak terhadap perintah Tuhan. Taat saja apa perintahNya, jangan banyak tanya, jangan banyak alasan. Termasuk dengan taat berdisiplin waktu, taat belajar, taat sekolah, taat segala hal.
3.   Bersedia dibentuk
Waktu Yeremia pergi, dia mendapati tukang periuk itu sedang bekerja. Yeremia mencermati apa yang sedang dikerjakan oleh tukang periuk itu. Kalau bejana yang dibuatnya rusak, tukang periuk itu akan mengerjakannya kembali menjadi bejana yang lain menurut apa yang baik dari pandangannya (ay. 4). Tuhan berfirman pada Yeremia bahwa demikianlah bangsa Israel di tanganNya, seperti tanah liat di tangan tukang periuk. Pembentukan bangsa Israel berada di dalam tangan Tuhan, menurut apa yang baik di mata Tuhan. Bagian mereka adalah taat dan setia mendengarkan serta melakukan perintah Tuhan. Begitu juga dengan hidup kita. Hidup kita ibarat bejana di tangan tukang pperiuk. Bejana ini akan dibentuk menurut apa yang baik di mata Tuhan. Mungkin cara Tuhan tidak sepereti yang kita inginkan, tapi kita harus percaya bahwa caraNya itu yang terbaik. Jangan mengeluh waktu jalan kita meraih impian kita terasa sulit. Anggap itu cara Tuhan membentuk kita jadi orang yang lebih baik. Dan mengucap syukurlah. (cara kerja Tuhan, dari dalam keluar bukan dari luar ke dalam)