Dibawakan pada PD Oeltua 16 Januari 2013

  

Mencari Tuhan
(Yesaya 55:6-7)
            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus, ada sebuah kutipan yang berbunyi, “Tuhan menciptakan manusia dengan satu lubang dalam hidupnya yang hanya dapat diisi oleh Yesus.” Kutipan ini mengandung kebenaran yang sangat dalam. Kita dapat melihat disekitar kita atau mungkin kita sendiri, banyak orang yang terikat dengan minuman keras, perjudian, perzinahan, kumpul kebo, kuasa gelap, dukun hanya agar mendapat kebahagiaan. Ada juga orang yang sangat aktif melayani, aktif ikut persekutuan-persekutuan doa, aktif berdoa di sana-sini bermaksud agar dapat merasakan kebahagiaan. Tapi kalau mereka mau jujur pada diri mereka sendiri, mereka semua tetap merasa kosong, mereka semua masih belum merasa bebas. Mereka semua masih tertekan. Kehidupan mereka terasa tanpa arti. Mereka menjalani hari demi hari hanya sebagai rutinitas dan kewajiban saja. Tidak ada gairah. Tidak bersemangat. Kenapa? Karena kekosongan dalam hidup mereka itu hanya dapat diisi oleh Tuhan Yesus. Karena Allah sungguh sangat tahu akan hal itu, maka perintahNya dalam pembacaan kita hari ini adalah untuk MENCARI TUHAN SELAMA IA BERKENAN DITEMUI. Artinya, ada suatu waktu dalam hidup kita di mana Allah tidak lagi dapat ditemui sekalipun kita mencari dengan segenap usaha kita. Di bagian lain Firman Tuhan, dikatakan bahwa akan tiba waktunya orang akan mencari ke seluruh penjuru bumi, tapi tidak dapat menemukan Firman Allah (Am 8: 12). Kapan hal itu terjadi? Ada dua kemungkinan besar. Pertama, saat waktu kita di bumi ini selesai dan kita harus menghadap Tuhan. Saat itu, segala pembelaan atau alasan kita tidak berguna lagi. Kedua, saat masa aniaya di zaman akhir sewaktu antikris berkuasa. Kita tidak tahu kapan persisnya, tapi pasti terjadi. Di kedua saat itu, berdoa saja sudah tidak dapat kita lakukan. Tapi Tuhan itu baik, sebelum kita mengalami kedua waktu itu, Dia memperingatkan kita hari ini untuk mencari Dia. Bagaimana caranya?
            Pertama, dengan berseru (ay. 6b). Berseru di sini bukan berarti hanya berdoa atau memuji Tuhan. Tapi memanggil sampai Tuhan datang menghampiri. Tidak berhenti selama belum Tuhan belum datang. Tuhan mau kita terus bertekun dalam doa sampai tiba waktunya Tuhan datang. Artinya, bukan hanya sekali atau dua kali berdoa atau sekali dua kali baca Alkitab tapi tiap hari, tiap saat, sampai waktunya kita bertemu dengan Tuhan.
            Kedua, dengan meninggalkan jalan (ay. 7a). Maksudnya, meninggalkan cara hidup kita yang memperlakukan Tuhan hanya sebagai mesin ATM tempat kita minta berkat atau budak untuk kita suruh-suruh. Meninggalkan cara hidup yang fasik. Yaitu yang bertindak, seakan-akan Tuhan tidak ada. Mungkin di pagi hari berdoa dan baca Alkitab, tapi setelah itu bergosip lagi, memaki lagi, mengutuk lagi, berbohong lagi, serakah lagi, iri hati lagi, sombong lagi, dll. Artinya bagi dia, Tuhan hanya ada waktu dia baca Alkitab dan berdoa, setelah itu Tuhan pergi. Dengan bertindak seperti itu, dia sudah menghina Tuhan. dan cara hidup seperti inilah yang Tuhan mau kita tinggalkan.
            Ketiga, dengan meninggalkan rancangan (ay. 7b). Artinya, mengubah cara pikir kita terhadap segala hal. Tidak lagi ragu tapi yakin akan janji Tuhan. Tidak lagi berpikir negatif terhadap orang lain. Tidak lagi berpikir instan (mau sesuatu harus cepat dan gampang). Tapi berpikir sesuai dengan Firman Tuhan, penuh dengan kepercayaan terhadap Tuhan dan sesama, serta tekun dan giat dalam mengerjakan pekerjaan yang Tuhan percayakan.
            Ibu-ibu, kita sudah masuk dalam tahun 2013. Tahun ini tidak akan lebih baik dari tahun lalu. Keadaan akan semakin sulit. Karena Firman Tuhan sudah memperingatkan bahwa akan ada deru perang, gempa bumi, dll tapi itu semua baru permulaan. Karena itu, hari ini Tuhan mengingatkan kita lagi untuk mencari Dia yaitu dengan berseru setiap hari sampai Dia menjawab, dengan meninggalkan cara hidup kita yang lama yang mengabaikan Tuhan, dan dengan meninggalkan pikiran-pikiran kita yang tidak benar tentang Tuhan dan sesama. Karena ingatlah akan ada suatu masa, di mana Tuhan tidak lagi mau ditemui. Manfaatkanlah hari-hari ini untuk semakin dekat dengan Tuhan dan menaati perintahnya. Selamat mencari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.