Dibawakan pada PD Oeltua Tgl 18 Juli 2012
Kunci Keberhasilan
(Ezra 7:6-10)
            Ibu-ibu yang terkasih dlm Tuhan Yesus Kristus, Barrack Obama adalah seorang presiden Amerika. Sebagai seorang presiden, dia adalah orang yang sangat sibuk. Siang hari ada di negaranya, mungkin sore hari  harus terbang ke negara yang lain. Malam harinya, harus kembali lagi ke negaranya. Dibandingkan dengan dia, kesibukan kita jadi tidak ada artinya. Tapi ternyata, dalam kesibukannya yang luar biasa itu, ada satu kebiasaan yang selalu dia lakukan secara teratur dan tidak pernah dia lupakan, yang menurutnya membuat dia dapat menjadi pemimpin yang bijaksana. Kebiasaannya itu adalah bersaat teduh di pagi hari. Setiap pagi, sebelum melakukan aktivitasnya, bahkan sebelum mandi, Barrack Obama selalu berdoa pagi, membaca Alkitab, dan merenungkannya. Tidak hanya Obama, Abraham Lincoln, presiden Amerika yang lain juga pernah berkata, “keberhasilanku dalam satu hari ditentukan oleh satu jam pertamaku bersama Tuhan hari itu”. Kedua presiden Amerika ini hanya dua contoh dari banyak presiden Amerika yang mengutamakan persekutuannnya dengan Allah dan menjadi pemimpin yang berhasil. Hari ini kita belajar dari seorang pemimpin yang berhasil seperti Obama dan Abraham Lincoln bernama Ezra.
            Ezra adalah seorang imam dari keturunan Zadok. Ia termasuk di antara bangsa Yahudi yang dibuang di Babel pada masanya. Dikatakan dalam ayat 6 Allah melindungi Ezra dan raja memberikan segala apa yang diinginnya. Ungkapan “segala” di sini sangat luas artinya. Dapat juga disamakan dengan “semua” atau “terserah yang diinginkan”. Ezra punya kebebasan dalam hal-hal yang ia inginkan, bahkan kalau kita baca pasal-pasal selanjutnya, kita akan menemukan bahwa Ezra adalah orang yang disegani dan dihormati oleh seluruh rakyat Israel bahkan di Persia. Apa yang menyebabkan dia dapat melakukannya?
            Pertama, mari kita perhatikan ayat 6. Dikatakan bahwa Ezra ahli kitab dan ia mahir dalam Taurat Musa. Ezra dapat berhasil karena dia ahli dan mahir Firman Tuhan. Dia dapat menjadi seorang ahli kerena dia mempelajarai sungguh-sungguh kitab Taurat, bukan hanya sekedar baca, tapi dia menyelidiki, mempelajari Taurat itu dan diadapat menjadi mahir karena dia menjadikan Taurat sebagai santapan rohani yang tiap-tiap waktu harus ia baca dan renungkan. Tidak ada seorangpun yang menjadi ahli dan mahir dalam kitab Taurat tanpa ia mau membaca dan menelitinya. Dan ini adalah salah satu kunci bagaimana Ezra akhirnya dilindungi Allah dan memperoleh kasih dari raja yang berasal dari bangsa yang tidak mengenal Allah. Belajar dari Ezra, kita juga harus membaca Firman Tuhan agar kita dapat mengerti kehendak Allah. Bukan hanya sekedar membaca, tapi mempelajarinya, menelitinya, merenungkannya. Sehingga saat ada ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, kita bisa tahu dan tidak terpengaruh. Jadikan Firman Tuhan makanan yang harus kita baca dan renungkan tiap hari.
            Kunci kedua keberhasilan Ezra terletak pada ayat 10. Dikatakan bahwa Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel. Tekad adalah suatu kemauan yang kuat yang tidak dapat dipengaruhi oleh apapun. sekalipun tidak punya uang, tidak punya makanan, dimusuhi orang, dihina orang, apapun. Dia tetap meneliti, melakukan, dan mengajar Taurat Tuhan. Ezra tidak berhenti samapi merenungkan Firman Tuhan tapi juga melakukannya. Yakobus 1:22 mengatakan “…hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika demikian kamu menipu diri sendiri.” Jangan berhenti sampai membaca. Jangan katakan hari ini saya sudah baca Alkitab, sudah selesai. Tapi harus dilakukan juga, karena kita semua adalah surat Kristus. Orang mengenal Kristus bukan dari apa yang kita baca, tapi dari apa yang kita lakukan (2 kor 3:3). Dan tidak berhenti sampai dilakukan, tapi juga harus diajarkan kepada orang lain. Tapi Yakobus memberi peringatan bagi kita bahwa seorang guru akan dihakimi dengan lebih berat. Karena itu kita harus meneliti dan mengerti dengan benar lebih dulu tentang Firman Tuhan sebelum mengajarkannya kepada orang lain. Ketiga hal ini, yaitu meneliti, melakukan dan mengajarkan harus didasari oleh tekad yang kuat, yang tidak dapat dipengaruhi oleh apapun.
            Jadi ibu-ibu, kalau kita mau berhasil dalam setiap hal dalam hidup kita, dan terlebih kalau kita mau disenangi Allah dan manusia, jadilah ahli dan mahir dalam firman Tuhan, dengan menjadikannya makanan kita setiap hari. Dan milikilah tekad yang kuat untuk meneliti, melakukan dan mengajarkan Firman itu setiap hari. Selamat meneliti Firman dan menjadi berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Amin.