Dibawakan pada PD Ibu-Ibu Oeltua tgl 4 Juli 2012
Berdoa
(Mrk 1:35-39)
            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, minggu lalu kita belajar dari Daud bahwa ketika ada masalah datang, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah berseru kepada Tuhan. Hari ini kita diminta untuk tetap berdoa. Kenapa?
            Pertama, karena Tuhan Yesus juga berdoa. Ibu-ibu, Tuhan Yesus adalah seorang pribadi yang sibuk sekali. Setiap hari Dia jalan dari satu kota ke kota lain. Setiap ada di satu kota, Dia harus mengajar di Bait Allah. Setelah mengajar, Dia masih harus menyembuhkan orang-orang yang sakit dan kerasukan setan yang banyak sekali. Bahkan kalau kita baca di Markus 1:32, semua orang yang sakit dan kerasukan setan itu dibawa kepada Yesus setelah malam, setelah matahari terbenam. Kalau seandainya satu desa oeltua ini datang kepada Yesus untuk disembuhkan dan dipulihkan, maka kira-kira Tuhan Yesus baru selesai pelayanan sekitar jam 1 malam. Tapi hebatnya ibu-ibu, Markus mencatat, Tuhan Yesus bisa tetap bangun pagi-pagi ketika hari masih gelap untuk berdoa. Alkitab mencatat, tidak hanya saat itu Yesus berdoa. Tapi sebelum memilih murid-muridNya, Dia berdoa (Luk 6:12). Sebelum ditangkap, Dia berdoa (Luk 22:39-46). Bahkan saat di atas kayu salibpun Dia tetap berdoa. Tapi Tuhan Yesus tidak hanya berdoa pada saat-saat tertentu. Dia berdoa setiap saat. Berdoa pagi-pagi sudah menjadi kebiasaanNya sehingga ketika orang banyak mencari Dia, murid-muridNya sudah tahu harus mencari Tuhan Yesus ke mana. Dengan berdoa, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa hubunganNya dengan Bapa sangat intim. Selelah apapun, sesibuk apapun, kebersamaan dengan Bapa tidak akan Dia lewatkan.
            Kedua, karena berdoa memberi kekuatan. Ibu ibu, sewaktu Tuhan Yesus di taman Getsemani, Dia menyuruh murid-muridNya untuk berdoa dan berjaga. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang berdoa. Dan apa yang mereka dapatkan? Petrus menyerang utusan Imam Besar, Markus melarikan diri, semua murid ketakutan, semua murid meninggalkan Yesus, Petrus menyangkal Yesus, dan murid-murid takut dan bersembunyi. Sementara Tuhan Yesus mendapat kekuatan baru dan sanggup menghadapi penderitaan bahkan kematian di kayu salib. Kekuatan Tuhan Yesus dalam pelayananNya, Dia dapatkan dari hubungannya dengan Bapa. Sebagai manusia, Dia bergantung penuh pada Allah. Kehadiran dan kuasa Allah itulah yang Dia nyatakan ketika menyelesaikan berbagi masalah, memenuhi kebutuhan pelayanan dan mengubah keadaan sekitar.
            Ibu-ibu, seperti lampu yang memerlukan kabel sebagai sarana penghubung dengan sumber listrik agar dapat berfungsi sebagimana mestinya, begitu jjuga manusia memerlukan doa sebagai sarana penghubung  dengan Sumber Hidup agar dapat hidup sesuai dengan kehendakNya. Karena iblis tahu bahwa ketika kita terhubung dengan Bapa, kita akan mendapat kekuatan untuk tetap taat melakukan kebenaran, seberat apapun resikonya.
Jadi ibu-ibu, tetaplah berdoa karena Tuhan Yesus juga berdoa, dan karena dalam doa kita mendapatkan kekuatan yang baru. Mari hidup dengan berjaga-jaga dan berdoa. Selamat berdoa. Tuhan Yesus memberkati.