Dibawakan pada PD Ibu-ibu Oeltua 23 Feb 2012

Ambisi yang Salah
Mat 20:26-28
            Ibu-ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, setiap manusia boleh saja memiliki ambisi dan memang harus memiliki ambisi dalam hidupnya. Memiliki ambisi akan menjadi suatu dorongan atau memacu seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan hasil yang lebih baik. Jika seseorang tidak memiliki ambisi, ia tidak memiliki gairah dalam mengisi kehidupannya. Pada dasarnya memiliki ambisi itu bagus selama masih bisa dikendalikan dengan baik. Jika tidak, ambisi tersebut akan menghasilkan sikap ambisius. Ambisi yang positif mendorong seseorang untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya. Sebaliknya ambisi yang negatif adalah ambisi yang tidak sebanding dengan potensi yang dimilikinya sehingga seseorang akan memakai segala cara untuk mewujudkan ambisinya itu. Pembacaan kita sore ini menunjukkan salah satu ambisi yang salah dari murid-murid Tuhan Yesus. Apa ambisi mereka? Hanya satu, yaitu mereka mau menjadi yang terkemuka dalam Kerajaan Allah (ay 21). Kenapa ambisi ini adalah ambisi yang salah?
            Pertama, karena keinginan mereka untuk menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Allah, membuat mereka melakukan segala cara, termasuk meminta ibu mereka membicarakannya dengan Yesus. Untuk kepentingan mereka, mereka memanfaatkan orang lain bahkan ibu mereka sendiri. Mereka tidak memikirkan bagaimana jika nanti ibu mereka malu atau bagaimana jika nanti ibu mereka dimusuhi orang, yang penting keinginan mereka sudah terlaksana lebih dulu. Yang penting mereka dapat janji Tuhan dulu bahwa mereka akan dapat kedudukan yang baik di Kerajaan Allah.
            Kedua, keinginan mereka untuk menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Allah, menunjukkan bahwa mereka sombong. Yohanes dan Yakobus adalah dua dari tiga murid yang paling sering Tuhan Yesus ajak ke mana-mana. Mereka dan Petrus ada waktu Tuhan Yesus dimuliakan di gunung bersama dengan Elia dan Musa. Mereka juga ada waktu Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani. Mereka juga merupakan murid Tuhan Yesus yang pertama. Hal-hal ini membuat Yohanes dan Yakobus menjadi sombong. Mereka beranggapan bahwa karena mereka adalah yang pertama dipilih, pasti mereka yang akan mendapat kedudukan yang paling baik dalam pemerintahan Tuhan Yesus nanti.
            Ibu-ibu, seringkali kita berlaku seperti Yohanes dan Yakobus. Kita mau dipandang hebat, kita mau dihormati. Kita mau menjadi yang paling utama. Sehingga kita mulai menghalalkan segala cara. Kita mulai mengatakan-hal-hal yang tidak benar tentang sesame kita supaya mereka dipandang jelek dan kita dipandang baik. Kita mulai membenci orang lain, dan berusaha supaya orang yang kita benci itu juga dibenci oleh orang lain.
            Ibu-ibu, Tuhan tidak senang terhadap orang-orang yang punya keinginan untuk mencari hal-hal besar bagi dirinya sendiri, sebab itu akan mendatangkan dosa. Karena orang yang mencari hal-hal besar bagi dirinya sendiri tidak akan mau disaingi oleh orang lain, sehingga timbullah iri hati, kebencian, dan fitnah. Tapi Tuhan mau supaya kita saling melayani satu dengan yang lain. Artinya, kita harus menganggap bahwa sesama kita deraajatnya lebih tinggi dari kita. Tidak boleh ada kesombongan, karena Tuhan Yesus yang kita sembah itu juga melayani kita. Bahkan Dia mencuci kaki murid-muridNya. Artinya bahkan Yesus yang adalah Tuhan itu menganggap bahwa murid-muridNya lebih tinggi derajat dan statusnya dari pada Dia.
            Mat 23:12 mengatakan, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
            Jadi ibu-ibu, jika saat ini ada dalam hati kita keinginan untuk menjadi yang terhebat, bertobatlah. Karena Allah mau kita saling melayani. Dan jika dengan saling melayani kita akan mendapat kedudukan dan popularitas, biarlah itu terjadi karena kehendak Tuhan. Kalau Tuhan merencanakan tak seorangpun dapat menggagalkannya. Tapi jika Tuhan merendahkan kita, siapa yang sanggup menghalangi Dia? Selamat hidup dalam kerendahan hati. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. Amin