Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan Yesus, saat ini siapa yang tidak tahu Bill Gates? Seorang pengusaha terkenal, yang penemuannya yaitu Microsoft, menjadi software dengan pengguna terbanyak di dunia. Bahkan ia berada di posisi pertama daftar orang terkaya di dunia dan termasuk dalam 100 orang paling berpengaruh abad 21 versi majalah Forbes. Keberhasilannya saat ini tidak ia dapatkan dengan sekejap mata, tetapi melalui suatu proses yang panjang. Selain itu ia juga memiliki sifat-sifat yang membawanya ke dalam kesuksesan hidup.
Hari ini, kita mau belajar meraih kesuksesan bukan hanya secara materi, tapi juga dalam kehidupan spiritualitas kita. Menurut pembacaan kita hari ini, ada tiga sifat yang harus kita miliki agar menjadi seorang yang sukses.
Sifat pertama yang perlu kita miliki adalah kejujuran (ay. 6-7). Sewaktu Musa mengutus Kaleb ke Kanaan, Kaleb kembali dengan kabar yang baik. Ia tidak menyangkal bahwa orang-orang Kanaan besar-besar, tapi ia juga mengatakan keadaan alam Kanaan yang sangat baik. Terlebih dari itu, ia juga mengingatkan orang Israel akan penyertaan Tuhan. Tidak ada satu beritapun yang ia rekayasa. Mengapa kita harus jujur? Karena, ketika jujur kita sedang memproklamirkan diri kita sebagai milik Yesus (Mat 5:37). Ketika kita jujur, kita juga sedang memberi harapan dan perubahan akan kehidupan orang lain (band. Bil 13:30-31). Dan ketika jujur, kita sedang menyenagkan hati Allah.
Sifat selanjutnya yang harus kita miliki adalah kesetiaan dalam mengikut Tuhan (ay. 8-9). Kesetiaan dalam mengikut Tuhan tidak hanya berarti rajin ke gereja, rajin berdoa, atau rajin membaca Firman. Tidak hanya itu. Tapi kesetiaan dalam mengikut Tuhan berarti percaya akan janji-janjiNya dalam hidup kita. Kesetiaan dalam mengikut Tuhan berbicara tentang ketergantungan kita terhadap kasih karunia Tuhan. Kesetiaan dalam mengikut Tuhan juga berbicara tentang menyerahkan otoritas atas seluruh aspek hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dan, kesetiaan dalam mengikut Tuhan berarti kita percaya akan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam setiap situasi kehidupan yang kita terima. Kita belajar dari Kaleb, ketika ia diutus untuk mengintai tanah Kanaan, ia percaya akan janji-janji Allah, ia percaya akan penyertaan Allah, ia tetap bergantung pada Allah dan mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Dan hasilnya, ia mampu mengalahkan orang Enak dan mendapatkan Hebron sebagai milik pusakanya. Kesetiaannya membawa Kaleb ke dalam pemeliharaan Allah yang luar biasa.
Sifat yang terakhir dalam pembacaan ini, yang perlu kita miliki agar menjadi pengikut Tuhan yang sukses adalah memiliki iman yang aktif. Sewaktu Kaleb diutus untuk mengintai Kanaan, ia menyatakan imannya atas penyertaan Tuhan akan Israel. Ia yakin bahwa Tuhan akan menyerahkan tanah Kanaan bagi Israel. Sewaktu bangsa Israel berhasil merebut Kanaan dan Yosua juga sudah membagi-bagikan tanah pusaka kepada setiap suku Israel, Kaleb belum punya tanah pusaka, padahal Musa sudah berjanji bahwa Kaleb dan Yosua akan mendapat milik pusaka. Sebenarnya ini adalah suatu keadaan yang ironis, Kaleb adalah orang yang cukup berjasa dalam proses pengambilalihan Kanaan, tapi pada masa tuanya, ia dilupakan. Baru-baru ini, kita juga mendengar berita tentang 2 orang ibu yang sudah sangat tua, yang suaminya adalah pahlawan kemerdekaan, tapi diusir dari rumah yang mereka tempati dan harus mendekam dalam penjara. Suatu peristiwa yang mirip dengan yang dialami oleh Kaleb. Tapi, walaupun ia dilupakan, ia tidak melupakan janji Allah. Ia tetap beriman bahwa ia akan mendapatkan tanah pusakanya. Tidak berhenti disitu saja, ia juga berusaha untuk mendapatkan tanah itu. Ia berusia 85 tahun, ketika mengingatkan Yosua akan janji Musa. Tapi usianya tidak menghalangi dia untuk maju berperang dan merebut Hebron dari tangan orang Kanaan. Ia tidak hanya beriman, tapi ia memperjuangkan imannya itu. Demikian pula dengan kita, ketika kita beriman, kita harus juga berkerja keras untuk mewujudkan apa yang kita imani. Jika teman-teman punya keinginan, -misalnya teman-teman mau jadi diplomat- apakah teman2 hanya akan berdoa dan beriman, dan untuk kemudian teman-teman langsung berhasil jadi diplomat? Pasti tidak! Teman-teman harus kuliah dulu, pilih jurusan yang benar, belajar selama bertahun-tahun, melamar pekerjaan di Deplu, bekerja sekian tahun, baru teman-teman punya kesempatan untuk menjadi diplomat ’kan? Iman yang ditambah dengan kerja keras, akan mendatangkan berkat bagi kehidupan kita.
Jadi teman-teman, jika kita mau menjadi pengikut Yesus yang sukses, baik dalam kehidupan rohani kita, maupun dalam pendidikan kita, milikilah kejujuran, kesetiaan dalam mengikut Tuhan, dan iman yang aktif. Selamat meraih kesuksesan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.