Bp/Ibu/Sdr/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, beberapa tahun yang lalu ada sebuah reality show yang cukup fenomenal yang berjudul The Apprentice. Dalam reality show ini, pengusaha besar dan terkenal, Donald Trump mencari 1 orang yang kompeten dalam melakukan bisnis, untuk menduduki jabatan sebagai kepala cabang di perusahaannya yang tersebar di seluruh Amerika dan dunia. Orang yang terpilih menjadi The Apprentice diharapkan dapat menjadi tangan kanan Donal Trump di perusahaan yang dipercayakan kepadanya. Ia diharapkan dapat mengambil keputusan yang baik bagi perusahaan dalam situasi dan kondisi apapun, tanpa kehadiran Donal Trump di sisinya.
Kita pun dituntut untuk menjadi The Apprentice-nya Tuhan, menjadi tangan kanannya Tuhan di dunia ini. Dan untuk itu, Rasul Paulus memberikan 3 nasihat bagi kita. Nasihat yang pertama adalah supaya kita berusaha menjadi pekerja yang layak (ay 15a). Pekerjaan setiap orang percaya,-bukan hanya pendeta, penginjil, dan majelis- adalah memeberitakan Injil, yang merupakan suatu pekerjaan yang cukup sulit untuk dilakukan. Mengapa sulit? Karena tidak ada satupun kegiatan pemberitaan injil di dunia ini yang tidak melibatkan penderitaan. Baik secara fisik maupun mental. Verbal maupun non-verbal. Untuk menghadapi itu semua, kta harus menjadi pekerja yang baik. Pekerja yang baik adalah pekerja yang mengerti tugas dan tanggung jawabnya, seperti Paulus yang mengerti bahwa keselamatan yang ia dapatkan harus diteruskan kepada orang lain, sehingga ia mengajar, memberitakan injil, bahkan rela mati bagi Allah. Pekerja yang baik adalah pekerja yang memiliki motivasi yang murni. Bukan pekerja yang bekerja karena ia dibayar, tetapi karena ia mencintai pekerjaannya dan menghasilkan hanya yang terbaik. Selain itu, pekerja yang baik adalah pekerja yang setia. Pekerja yang selalu siap sedia melakukan tugasnya, sehingga ketika tuannya datang, ia bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Ketika kita mengerti tugas dan tanggung jawab kita, kemudian memiliki motivasi yang murni, serta setia dalam melakukan pekerjaan kita, maka kita menjadi pekerja yang layak dihadapan Allah.
Nasihat kedua yang Paulus berikan adalah, supaya kita menjadi pekerja yang tidak malu (ay. 15b). Dalam melakukan pekerjaan pemberitaan injil, kita tidak perlu malu walaupun kita dihina karena memiliki 3 Allah, atau dihina karena menyembah kriminal, dianggap sesat atau apapun itu. Karena Allah berjanji bahwa siapapun yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan. Selain itu, ketika kita bekerja dengan baik dan layak dihadapan Allah, maka kita akan dipercaya dan dibela Allah. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk merasa malu terhadap manusia. Melainkan kita harus merasa malu terhadap Allah apabila kita tidak memberitakan injilNya.
Nasihat ketiga adalah, supaya kita menjadi pekerja yang berterus terang memperkatakan kebenaran (ay. 15c). Ada seorang pendeta yang menolak untuk memberitakan teguran Tuhan atas dosa sex, dengan alasan kalau dia memberitakan itu, maka jemaatnya akan berkurang. Ini adalah suatu contoh yang salah yang tidak boleh diikuti. Dalam memberitakan injil, kita harus menguasai mulut kita sehingga apa yang kita kita beritakan adalah kebenaran. Karena sebagai pemberita, kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Kita tidak boleh ”membelokkan” perintah atau ajaran Allah, hanya karena takut dijauhi atau takut dikucilkan. Kita tidak boleh menyatakan hanya hal-hal yang menyenangkan hati manusia melainkan juga teguran-teguran Allah, dan dengan begitu Allah akan mempercayakan banyak hal lain kepada kita.
Tidak semua yang hadir malam ini melibatkan diri secara full time dalam pekerjaan pemberitaan injil. Namun, sebagai orang percaya, kita semua di sini tanpa terkecuali memiliki tanggung jawab untuk memberitakan injil. Kita semua, tanpa terkecuali adalah tangan kanan Allah di dunia ini. Oleh karena itu, jadilah pekerja yang layak dihadapan Allah, jadilah pekerja yang tidak merasa malu, dan jadilah pekerja yang selalu berterusterang memperkatakan kebenaran. Selamat menjadi tangan kanan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Amin